Triyasa Pasarkan Rumah Tapak Rp 600 Jutaan Di Bekasi, Pasar Properti Menggeliat

Tren positif pasar real estate di penghujung tahun 2021 menciptakan optimisme para pelaku industri real estate bahwa sektor tersebut akan bangkit kembali pada 2022.

Andrie Gotama, Direktur PT Triyasa Propertindo, mengatakan pasar real estate di Jakarta, Bogar, Depok, Bekasi, dan Banten tumbuh dengan mengutip data riset Indonesia Property Watch (IPW) pada kuartal III 2021.

Membuka concept showcase di kantor pemasaran Samira Regency Bekasi, Jalan Gondang, Desa Simuning, Andrei mengatakan: Kota Bekasi, Jawa Barat akhir pekan lalu.

Optimisme pengembang memprediksi perekonomian Indonesia akan tumbuh pesat pada 2022, berdasarkan prakiraan dari berbagai organisasi internasional seperti Dana Moneter Internasional (IMF) yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 akan lebih tinggi 5,9% dari perkiraan pada 2021. 3,2 persen.

Begitu juga dengan Standard & Poor’s yang pada September tahun lalu memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2022 mencapai 3,4%, naik dari 5,6% pada 2021.

Berdasarkan hasil tersebut, Triyasa Propertindo menghadirkan Samira Regency Tahap II, seri tiga fase terintegrasi untuk dijual di Samira Regency Bekasi.

Unit yang terjual antara lain Landed House Type Amethyst (30/60), Type Citrine (45/72) dan Type Emerald (55/72), serta Unit Ruco (95/60) sebanyak 72 unit.

Mengusung konsep The Affordable Modern Living, hunian ini dibandrol dengan harga Rp 600 juta – Rp 900 juta dan ditujukan untuk masyarakat berusia 25-35 tahun dan end user.

Dengan kisaran harga tersebut, Andre yakin Samira Regency Tahap II akan cepat diserap pasar, seperti halnya penjualan Tahap I.

“Sejak diluncurkan pada awal 2020, Samira Regency Bekasi Tahap I telah terjual dan dikirimkan tepat waktu kepada pelanggan, termasuk total 55 unit,” kata Andre.

Baca Juga  Simak Artikel Ini Tentang Tanaman Porang: Jenis, Manfaat, Harga, dan Budidaya