Diklaim Jumlahnya Terbanyak Di Eropa, Milenial Jerman Kuasai Pasar Investasi Kripto

Semakin populernya cryptocurrency di berbagai negara mendorong masyarakat Jerman untuk mengumpulkan mata uang digital sebagai tips investasi untuk masa depan.

Meski pemerintah Jerman belum menetapkan regulasi khusus, namun hal tersebut tidak menghalangi investor untuk menggunakan mata uang digital ini.

Menurut data dari pertukaran cryptocurrency KuCoin seperti dilansir Cointelegraph, jumlah investor cryptocurrency di Jerman telah mencapai lebih dari 44 persen. Bahkan, jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah setiap tahunnya.

Antusiasme orang Jerman untuk adopsi cryptocurrency telah membuat negara ini mendominasi pasar cryptocurrency di dataran Eropa. Bahkan Jerman sendiri diklaim sebagai negara Eropa pertama yang berhasil menggunakan strategi blockchain.

Secara umum, investor dari Jerman didominasi oleh kaum milenial, kata CEO KuCoin Liu. Kesadaran akan tabungan masa depan membuat para milenial Jerman ingin menyisihkan pendapatannya untuk dimasukkan ke dalam bentuk cryptocurrency.

Sejumlah besar orang Jerman tertarik untuk berinvestasi dalam cryptocurrency, investor pria menguasai mayoritas dengan 69 persen. Sedangkan investor perempuan menyumbang 53%.

“Jumlah wanita yang tertarik dengan cryptocurrency sangat menggembirakan karena kelompok sasaran ini rata-rata kurang aktif di pasar keuangan (seperti pasar saham),” tambah Liu.

Untuk mendukung tingkat pertumbuhan investasi mata uang kripto di wilayah tersebut, pemerintah Jerman akan bekerja dengan regulator keuangan federal, BaFin, untuk meluncurkan undang-undang khusus untuk memastikan keamanan investor kripto domestik dan internasional.

Pemerintah juga menambahkan kehadiran Inisiatif Milenium Jerman untuk berinvestasi di masa depan, dan keberhasilannya membantu pemerintah pusat untuk mencapai negara merdeka yang berfokus pada pemerataan. Dengan cara ini, negara juga dapat terhindar dari risiko inflasi.

Baca Juga  Pertumbuhan Pengguna E-commerce Ditopang Oleh Pembayaran Digital, Transaksi Tembus Rp 401 Triliun